Analisis Citra
Analisis citra dan pengembangan algoritma sesuai objek dan kondisi pengambilan gambar.
Engineering Services
Pengolahan citra dan computer vision untuk kebutuhan analisis, deteksi, dan inspeksi berbasis kamera.

Analisis citra dan pengembangan algoritma sesuai objek dan kondisi pengambilan gambar.
Integrasi kamera dan pemrosesan citra untuk membantu pemeriksaan proses atau produk.
Evaluasi kebutuhan data dan penerapan model yang relevan dengan fungsi sistem.
KNA membantu mengembangkan image processing dan computer vision untuk membaca informasi dari gambar atau video. Proyek dimulai dari objek, variasi kondisi, keputusan yang perlu diambil, dan kriteria hasil. Algoritma konvensional atau model AI dipilih berdasarkan masalah dan data, bukan karena setiap aplikasi harus menggunakan AI.
Kualitas gambar menentukan informasi yang dapat diproses. Kamera, lensa, pencahayaan, jarak, field of view, exposure, gerakan objek, dan posisi pemasangan dirancang sebagai satu sistem. Perubahan cahaya, refleksi, bayangan, blur, atau variasi produk dapat memengaruhi hasil.
Area-scan, line-scan, smart camera, thermal camera, lensa telecentric, atau frame grabber dapat dipertimbangkan sesuai aplikasi. Pemilihan alat mengikuti ketelitian, kecepatan, lingkungan, biaya, serta kebutuhan integrasi.
Tahapan dapat meliputi enhancement, filtering, segmentasi, edge detection, feature extraction, transformasi, serta pengambilan keputusan. Untuk model AI, diperlukan contoh yang mewakili variasi kondisi dan label yang sesuai. Data pengujian dipisahkan agar evaluasi tidak hanya mengukur kemampuan pada contoh yang sudah dipelajari.
OpenCV, MATLAB, HALCON, VisionPro, NI Vision, atau SDK kamera dapat digunakan sesuai fungsi, lisensi, dan platform. Sistem dapat berjalan pada industrial PC, embedded device, atau platform lain yang memenuhi kebutuhan pemrosesan.
Kriteria evaluasi mencakup kemampuan deteksi, kesalahan terima atau tolak, cycle time, pengulangan pengukuran, dan ketahanan terhadap variasi kondisi. Target ditentukan menggunakan sampel serta proses yang representatif. Angka akurasi tidak dijanjikan sebelum data, metode, dan kondisi pengujian tersedia.
Hasil dapat dihubungkan ke PLC, controller, aktuator, database, atau dashboard. Interface, waktu respons, status error, dan tindakan ketika hasil tidak pasti perlu didefinisikan agar keputusan vision dapat digunakan oleh sistem lain.
Kirim contoh objek baik dan bermasalah, foto atau video kondisi proses, ukuran objek, kecepatan, posisi kamera yang memungkinkan, serta keputusan yang diharapkan. Sebutkan sistem yang perlu menerima hasil. Studi awal atau prototipe dapat digunakan untuk menguji kelayakan sebelum implementasi lebih luas.
Kebutuhan 3D, stereo vision, thermal inspection, dan edge vision dapat dievaluasi untuk aplikasi khusus. Lingkup akhirnya mengikuti bukti pengujian, kebutuhan operasi, dan sumber daya yang tersedia.
Sampaikan kebutuhan dan target Anda. Lingkup pekerjaan, hasil serah terima, instalasi, pelatihan, dan dukungan yang termasuk ditetapkan dalam penawaran sebelum pekerjaan dimulai.