Engineering Services

Embedded System & Electronics

Pengembangan perangkat elektronik, PCB, dan firmware untuk kontrol, pengukuran, dan akuisisi data.

  • Pengembangan Sistem Embedded
  • Pengukuran & Akuisisi Data
  • Prototipe Elektronik
Ilustrasi sistem engineering terintegrasi

Ruang lingkup layanan

Pengembangan Sistem Embedded

Pengembangan sistem berbasis mikrokontroler, termasuk ESP32 dan STM32, sesuai kebutuhan perangkat.

Pengukuran & Akuisisi Data

Integrasi sensor, pengukuran, dan akuisisi data untuk pemantauan dan pengendalian.

Prototipe Elektronik

Prototipe elektronik, PCB, dan antarmuka komunikasi untuk pengujian fungsi sistem.

Perangkat elektronik untuk fungsi tertentu

Embedded system menggabungkan rangkaian elektronik dan firmware untuk menjalankan fungsi perangkat. KNA membantu dari pemetaan kebutuhan, pemilihan mikrokontroler, desain hardware, pemrograman, hingga integrasi dan pengujian. Aplikasinya dapat berupa alat ukur, controller, data logger, gateway, equipment penelitian, atau produk elektronik khusus.

ESP32, STM32, AVR, PIC, atau nRF52 dipilih berdasarkan kebutuhan komputasi, peripheral, konsumsi daya, konektivitas, dan ketersediaan. Platform yang tepat adalah yang mendukung fungsi serta batasan perangkat, bukan selalu yang paling kompleks.

Hardware, PCB, dan prototipe elektronik

Pekerjaan hardware dapat meliputi schematic, pemilihan komponen, desain PCB, catu daya, signal conditioning, serta interface sensor dan aktuator. Prototipe digunakan untuk memeriksa fungsi sebelum desain dikembangkan lebih lanjut. Enclosure, konektor, pemasangan, serta akses pemrograman dan servis ikut dipertimbangkan.

Firmware dan kontrol perangkat

Firmware mengatur pembacaan input, pemrosesan data, komunikasi, dan keluaran kontrol. Struktur dapat menggunakan state machine, interrupt, timer, dan task sesuai kebutuhan waktu respons. RTOS dipertimbangkan ketika pembagian pekerjaan dan kebutuhan real-time memerlukannya.

Perangkat yang hang, restart, atau menghasilkan pembacaan tidak konsisten perlu diperiksa dari sisi timing, memori, catu daya, rangkaian, dan firmware. Pengujian tidak berhenti pada program yang berhasil dikompilasi; perilaku perangkat harus sesuai kondisi penggunaan yang disepakati.

Sensor, pengukuran, dan akuisisi data

Pemilihan sensor mempertimbangkan rentang, resolusi, ketelitian, noise, waktu respons, kebutuhan kalibrasi, serta lingkungan operasi. Sistem dapat membaca suhu, kelembapan, tekanan, jarak, gerakan, arus, atau tegangan lalu menyimpan dan mengirim data sesuai kebutuhan.

Kontrol motor dan aktuator, display, serta antarmuka pengguna dapat ditambahkan sebagai bagian dari perangkat. Target pengukuran dan metode verifikasi disepakati berdasarkan aplikasi; angka ketelitian tidak diasumsikan dari spesifikasi satu komponen saja.

Komunikasi dan integrasi

Interface dipilih berdasarkan jarak, kecepatan, lingkungan, dan perangkat yang terhubung. Protokol dan format data harus dipahami pada kedua sisi sebelum integrasi. Sistem dapat bekerja lokal atau terhubung ke aplikasi, dashboard, dan layanan IoT.

  • UART, I2C, SPI, USB, RS485, Modbus RTU/TCP, CAN, dan Ethernet sesuai perangkat.
  • Wi-Fi, Bluetooth Low Energy, atau LoRa untuk kebutuhan konektivitas yang sesuai.
  • Optimasi daya, pemrosesan di perangkat, dan edge AI dapat dievaluasi jika diperlukan aplikasi.

Menentukan lingkup pengembangan

Sampaikan fungsi alat, input/output, sumber daya, ukuran, lingkungan penggunaan, interface, jumlah unit, dan target pengujian. Hasil dapat berupa prototipe, hardware, firmware, dokumentasi, atau integrasi sistem sesuai kesepakatan. Pengembangan menuju produksi merupakan tahap tersendiri setelah desain dan hasil pengujian dievaluasi.

Ceritakan kebutuhan Anda.

Sampaikan kebutuhan dan target Anda. Lingkup pekerjaan, hasil serah terima, instalasi, pelatihan, dan dukungan yang termasuk ditetapkan dalam penawaran sebelum pekerjaan dimulai.

Diskusikan Kebutuhan